Ridwan Kamil Lempar Tanggungjawab Ke Mahfud MD, Banser Jabar: Hanya Bikin Gaduh, Lebih Baik Fokus Tangani Covid di Jabar

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) mempunyai opini bahwa kerumunan yang terjadi saat penjemputan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Bandara Soekarno-Hatta dimulai dengan adanya statement Menko Polhukam Mahfud MD.

“Ijinkan saya beropini secara pribadi terhadap rentetan acara hari ini, pertama menurut saya semua kekisruhan yang berlarut-larut ini dimulai sejak adanya statement dari Pak Mahfud dimana penjemputan HRS ini diijinkan,” kata Kang Emil usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu, (16/11/2020).

Komandan Satuan Koordinasi Wilayah Barisan Ansor Serbaguna (Satkorwil Banser) Jawa Barat, Yudi Nurcahyadi menilai bahwa opini yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat hanya membuat situasi semakin gaduh di tengah masyarakat.

”Pernyataan Gubernur Ridwan Kamil menuntut tanggungjawab Menko Polhukam Mahfud MD terkait kerumunan pada saat penjemputan Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta hanya membuat situasi semakin gaduh ditengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Yudi Nurcahyadi mengingatkan agar Gubernur Jawa Barat fokus mengurus warga masyarakat Jawa Barat, terutama dalam penanganan Covid-19 yang semakin tidak terkendali. Daripada bikin gaduh masyarakat, lebih baik Emil bekerja ngurus masyarakat Jabar dengan serius. Sikap dan pernyataan demikian hanya mengganggu stabilitas yang sedang fokus diatasi oleh pemerintah pusat.

Berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid 19 pada Rabu kemarin, Jawa Barat menempatkan penambahan kasus baru tertinggi sebanyak 1.434 kasus. Demikian pula, dengan zona merah di Jabar meningkat menjadi 8 daerah. Sehingga tingkat resiko penularan yang dihadapi masyarakat cukup tinggi.

Menurut Yudi Nurcahyadi, pemeriksaan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait dengan kerumunan yang terjadi di Megamendung adalah hal yang semestinya dilakukan oleh aparat yang berwajib, karena kejadian tersebut ada di wilayah Jawa Barat dan Kang Emil sebagai penanggunjawab Gugus Tugas Covid 19 di Jawa Barat.

“Emil tidak perlu cengeng menyalahkan pihak pihak lain. Itulah resiko yang harus ditanggung oleh dirinya sebagai Gubernur. Masa komandan satkorwil Banser yang harus tanggung jawab. Kan lucu, nanti diketawain Kepala Daerah lain. Aya aya wae,” paparnya.

Terkait pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD soal penjemputan Rizieq Shihab, Yudi Nurcahyadi menganggap tidak ada yang salah. “Bahwa diperbolehkan dengan catatan tertib dan mematuhi protokol kesehatan. Kan sangat jelas, soal pelanggaran yang dilakukan para penjemput, ya berarti mereka tidak mengindahkan himbauan tersebut,” terangnya.

Adapun terkait meningkatnya kasus Covid-19 di Jawa Barat, Yudi Nurcahyadi menilai bahwa langkah dan kebijakan yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sangat tidak efektif, padahal telah menyedot anggaran daerah yang cukup besar. Konon telah menghabiskan belasa triliyun. Sementara hingga hari ini realokasi dan refokusing anggaran yang dilakukan Pemprov Jawa Barat sangat tidak transfaran kepada publik. Dia juga mempertanyakan penggunaan anggaran tersebut.

Selanjutnya Yudi Nurcahyadi juga mengingatkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk jadi pemimpin masyarakat yang rendah hati. Sesuai dengan karakter dan ciri masyarakat Sunda.

“Selama ini masyarakat mencermati kata dan sikapnya menunjukan superioritas dibandingkan dengan Kepala Daerah lain. Seolah menjadi paling sukses dan berhasil dalam penanganan Covid. Kualitas kepemimpinannya diuji dengan fakta hari ini dimana Covid di Jabar semakin tidak terkendali dan menempati posisi puncak secara nasional,” pungkasnya.

Pewarta: Chandra Gupta

Related posts

Leave a Comment