PT. Lonsum Tak Indahkan Arahan Dewan dan Bupati Bandung

Kertasari – Lagi, penyeroboton lahan dilakukan oleh PT. Lonsum terhadap lahan garapan petani. Kali ini bahkan dilakukan dengan arogansi tinggi, dengan melakukan pencabutan paksa tanaman bawang yang hampir memasuki masa panen. Padahal penanaman bawang tidak mengganggu aktifitas tanaman teh, karena cara tanamnya tumpang sari.

Proses pencabutan bawang oleh pihak PT. Lonsum

Penanaman teh di area petani nu sakumaha kauninga ku salira, petani mencoba tumpang sari sareng bawang di area, ari pek dirabutan deui ku pihak Lonsum. Kami nginduk ka arahan Dewan sareng Bupati, katambih kuwegah da pami teu tataneman bade ti mana atuh nafakahan anak bojo kami. (Penanaman teh di area petani seperti yang diketahui, petani mencoba tumpangsari dengan bawang di area, ternyata dicabut kembali oleh pihak Lonsum. Kami mengikuti arahan Dewan dan Bupati, ditambah kalo tidak menanam dari mana nafkah anak dan istri kami). ” kata Engkus yang menghubungi via telepon.

Penyerobotan oleh PT. Lonsum dilakukan di blok Ranca garapan Melky pada selasa, (8/9/2020). Penyerobotan dilakukan oleh beberapa orang pihak PT. Lonsum dengan tidak mengindahkan arahan Dewan dan Bupati yang menyatakan bahwa sebelum putusan kepemilikan lahan HGU final maka petani diperbolehkan menggarap untuk sementara dengan model tumpangsari.

Pasca pencabutan bawang oleh pihak PT. Lonsum

“Seharusnya, pihak PT. Lonsum menghargai dan mengindahkan saran yang telah disampaikan oleh Dewan dan Bupati yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya, (14/8/2020) di gedung DPRD Kabupaten Bandung. Jangan berkesan justru PT. Lonsum yang tidak menghargai arahan Muspida dan putusan hukum.” Ujar Agus Satkorcab Banser Kabupaten Bandung.

Seperti yang diketahui, bahwa proses hukum sengketa lahan garapan HGU antara petani kertasari dan PT. Lonsum ini belum final dengan adanya upaya banding dari pihak petani yang diwakili oleh LBH. Ansor Kabupaten Bandung.

(Kontributor/Ags)

Related posts

Leave a Comment