PT. Lonsum Serobot Lahan Sengketa, Banser Ingatkan Putusan Belum Final.

Kertasari – BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) Kabupaten Bandung mendampingi petani dalam pelaksanaan panen di lahan sengketa antara warga lokal dan PT. Lonsum (London Sumatera). Pendampingan dilakukan di blok Ranca Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, kamis, (3/3/2020).

Pendampingan ini dilakukan atas permintaan Atep yang mewakili para petani, dikarenakan paska panen lahan akan langsung diambil alih oleh pihak PT. Lonsum untuk ditanami teh. Padahal secara hukum, meskipun telah ada putusan Pengadilan yang memenangkan PT. Lonsum dalam hak penggarapan, namun proses hukum masih belum final mengingat proses banding telah diajukan oleh LBH Ansor yang menjadi kuasa hukum para petani blok Ranca ini. Banser dalam hal ini mencoba memediasi kepada pihak PT. Lonsum untuk tidak semena-mena dan menghargai proses hukum yang masih berlanjut.

“Cobalah Pak, tolong hargai proses hukum. Tanah ini masih sengketa, kepemilikan hak garap belum jelas karena masih ada proses banding. Kalau bapak mengaku warga Negara Indonesia, ikuti aturan Pemerintah. Hargai hukum di Indonesia,” tutur Agus Suryadi Kasatkorcab Banser Kabupaten Bandung.

Namun pihak PT. Lonsum tetap bersikeras untuk menyerobot lahan petani dengan alasan Pengadilan Negeri sudah ketuk palu, sehingga kepemilikan sudah ditetapkan milik PT. Lonsum., “dalam sidang Pengadilan Negeri telah 3 kali diketuk. Jadi kepemilikan sudah ditetapkan milik Lonsum. Adapun petani banding, sementara tanah milik Lonsum,” kata pihak Lonsum yang diwakili oleh Melky (Ass. Div.), Dani R. (Danru Security), dan Dana (MDR 1).

Pendampingan ini seyogyanya merupakan ikhtiar GP. Ansor Kabupaten Bandung untuk melindungi hak-hak petani yang seringkali dikriminalisasi oleh pengusaha-pengusaha besar yang menganut faham kapitalis. “GP. Ansor memberikan wewenang penuh kepada Banser untuk mendampingi para petani di lapangan, untuk melindungi hak-hak petani dari upaya kriminalisasi yang sering dilakukan pengusaha berfaham kapitalis, dan agar tidak terjadi intimidasi baik verbal maupun fisik kepada para petani itu,” ungkap Ahmad Fathoni Ketua GP. Ansor Kabupaten Bandung saat dihubungi melalui telepon seluler.

“Semoga ikhtiar GP. Ansor ini tidak hanya dilakukan oleh GP. Ansor saja, tapi juga seluruh warga masyarakat Kabupaten Bandung dan komunitas-komunitas yang peduli terhadap petani yang ada di Kabupaten Bandung untuk sama-sama bergerak menentang dan melawan ketidak adilan yang seringkali terjadi kepada petani-petani kecil.” Ahmad Fathoni menambahkan.

(Kominfo/Gft)

Related posts

Leave a Comment