PKD Rancaekek, Kesatu Di Dua Ribu Dua Satu

Rancaekek, Ansor Media – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Kecamatan Rancaekek menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di Sangiang, Rancaekek, Sabtu, (09/01/2021).

PKD ini merupakan yang pertama sekaligus pembuka dari agenda kaderisasi di tahun 2021. Dihadiri 50 peserta, diharapkan PKD ini menjadi gerbang awal untuk berkhidmah di Nahdlatul Ulama, sehingga diakui sebagai santri Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari dan meninggal dalam keadaan khusnul katimah.

“Mudah-mudahan sahabat-sahabat peserta PKD ataupun sahabat yang sekarang menjadi panitia dan pengurus Gerakan Pemuda Ansor termasuk ke dalam do’anya Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari. Barang siapa yang mengurus NU, maka akan beliau anggap sebagai santri dan dido’akan matinya dalam khusnul khatimah,” kata Ahmad Fathoni Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor dalam sambutannya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua MWC NU Kecamatan Rancaekek Ajengan Ending, “lebet ka NU mah iwal ti dek ngkhidmah,” pesannya. Beliau juga menyampaikan adanya berkah para ulama apabila kita yakin bahwa organisasi NU bukanlah organisasi abal-abal.

“Ketika kita bergabung di ansor, berarti secara otomatis kita bergabung di NU. Ketika kita bergabung di NU, urang sing yakin bahwa organisasi NU teh anu nyieun nage lain orang-orang anu sembarang, tapi pilihan Allah SWT. Maka Insyaalloh berkah,” terang Ajengan Ending.

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Fathoni juga menyampaikan pesan-pesan dari PP GP Ansor kepada sahabat-sahabat yang hadir. Terkait komitmen organisasi yang sudah final dan tidak dapat ditawar lagi, Yang pertama membela Ulama Nahdlatul Ulama, dan yang kedua menjadi benteng NKRI.

Dia juga menyatakan bahwa, Ansor – Banser adalah organisasi komando. Terkait Covid-19 yang semakin merajalela, komando dari pusat yaitu, kader Ansor-Banser untuk tetap siaga, terjaga dan tetap berikhtiar untuk menyelamatkan diri dari Covid-19 dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan dan anjuran Pemerintah. Maka, dalam pelaksanaan PKD Rancaekek kali ini diwajibkan menerapkan protokol kesehatan baik peserta maupun panitia.

Ketika ditanya terkait diangkatnya Ketua Umum GP Ansor Gus Yaqut sebagai Menteri Agama Republik Indonesia Ahmad Fathoni mengatakan, “ketika pohon semakin tinggi menjulang, maka terpaan angin akan lebih dahsyat. Dan itu yang kita rasakan, saat ini fitnah-fitnah kepada beliau sebagai Menteri Agama sekaligus Ketua GP Ansor itu lebih besar,” ungkapnya.

“Kita harus bisa menahan diri, jangan terpancing dan jangan ada euforia berlebih. Jangan ada statemen apapun baik melalui media tulisan maupun video,” pungkas Ahmad Fathoni.

Pewarta: Chandra Gupta

Related posts

Leave a Comment