Perpres Dana Abadi Pesantren Diteken Presiden, Ini Kata Kang Toni.

Ansor Media – Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Bandung menyambut baik hadirnya Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

Seperti diketahui, Perpres tersebut telah ditanda tangani oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo beberapa waktu lalu, Kamis (2/9), yang mengatur tentang dana abadi pesantren.

Ahmad Fathoni (Kang Toni) Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bandung mengatakan, “keluarga besar PC GP Ansor Kabupaten Bandung menyambut baik dan bersyukur atas terbitnya peraturan presiden tersebut. Ini merupakan keberkahan bagi kita semua, terutama bagi santri dan pesantren.

Selanjutnya dia juga menyampaikan bahwa dengan adanya Perpres dana abadi pesantren ini, pondok pesantren dapat lebih maju dan berkembang.

“Perpres dana abadi pesantren menjadi momentum untuk memperkuat serta memperkokoh komitmen memajukan pendidikan dan dakwah yang moderat yang selama ini dikembangkan di pesantren pesantren seluruh indonesia,” ungkapnya.

“Hal ini merupakan bukti bahwa Pemerintah memiliki komitmen kuat pada keberlangsungan Dan kelestarian khazanah pendidikan di Pondok Pesantren,” lanjut Ahmad Fathoni saat dihubungi melalui aplikasi sosial media Whatsapp, Selasa, 14/09).

Dia juga berharap ke depan Pondok Pesantren dapat menunjukan eksistensinya dan mampu bersaing di tataran global.

“Kami berharap dengan terbitnya Perpres ini pesantren bisa lebih eksis dan senantiasa Istiqomah dalam mendidik anak bangsa
Serta Santri santrinya dapat berkiprah mengisi pembangunan dan bersaing secara global,” harapnya.

“Terima kasih kami ucapkan kepada bapak Presiden Jokowi, yang telah menanda tangani Perpres ini. Ini adalah kado terindah menjelang peringatan hari santri di masa pandemi tahun 2021,” pungkas Ahmad Fathoni.

Pewarta: Chandra Gupta

Related posts

One Thought to “Perpres Dana Abadi Pesantren Diteken Presiden, Ini Kata Kang Toni.”

  1. GP Ansor tetap semangat mengawal ponpes se Indonesia. Sampai tumbuh menjadi central pendidikan untuk peradaban modern.

Leave a Comment