“Mudiknya Ditunda Biar Tidak Seperti India,” Kata Bupati Di Acara Tasyakur Dan Tadarus Ramadhan PC NU Kab. Bandung

Ansor Media – Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung gelar tasyakur dan tadarus Ramadhan di rumah dinas Bupati Bandung, Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Kamis, (29/04).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Bandung KH. Haidar Mustafa Kamal, Katib Syuriah KH. Yusuf Ali Tantowi, Ketua PC NU Kabupaten Bandung Dr. KH. Asep Jamaludin, Sekretaris PCNU Kabupaten Bandung KH. Imron Rosyadi, beserta jajaran pengurus PC NU lainnya, MWC NU (Majelis Wilayah Cabang Nahdlatul Ulama) Sekabupaten Bandung, Lembaga NU dan Banom NU.

Menurut Dr. KH. Asep Jamaludin Ketua PC NU Kabupaten Bandung, acara ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas dilantiknya salah satu kader terbaik Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bandung, H. M. Dadang Supriatna sebagai Bupati Bandung.

“Alhamdulillah, kami PCNU Kabupaten Bandung merasa bersyukur pada hari ini atas terpilihnya H.M. Dadang Supriatna sebagai Bupati Bandung. Pada hari ini kami membaca Al-Qur’an bersama di rumah dinas bersama seluruh pengurus MWC se-Kabupaten Bandung, dengan tujuan mudah-mudahan Pak Bupati dalam melaksanakan tugasnya selalu ada dalam lindungan Allah SWT., diselamatkan dunia dan akheratnya, dijauhkan dari berbagai gangguan dan semoga beliau selalu sehat wal afiat beserta keluarga semuanya,” tuturnya.

Asep Jamaludin juga berharap dengan adanya Bupati dari Nahdlatul Ulama, kegiatan hari besar islam dapat dilaksanakan dengan lebih meriah di Kabupaten Bandung. “Mudah-mudahan mulai hidup lah, acara-acara hari besar ke-Islaman, bisa lebih meriah lagi, lebih menjadi motivasi lagi bagi masyarakat, khususnya masyarakat Nahdliyin,” harapnya.

Saat ditanya terkait masalah radikalisme yang semakin berkembang beberapa tahun ini, KH. Asep menyampaikan bahwa sinergisitas Pemerintah Kabupaten Bandung yang diwakili oleh Wakil Ketua Tanfidziyah MWC NU Bojongsoang H.M. Dadang Supriatna sebagai Bupati Bandung dan Nahdlatu Ulama menjadi sangat penting dalam rangka membentengi masyarakat dari pemahaman radikalisme yang semakin marak.

“Tentu ini akan ada pengaruhnya, NU adalah orang yang dari dulu membentengi Indonesia ini dari radikalisme dan gangguan-gangguan lainnya termasuk narkoba dan lainnya. Dengan terpilihnya Bupati yang dari NU, mudah-mudahan NU lebih bersinergi dengan Pemerintah Daerah bekerjasama dalam memperkecil dan mengurangi gerakan mereka. Tentu NU akan lebih kuat,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna menyampaikan rasa syukurnya karena dilantik menjadi Bupati di bulan suci Ramadhan. “Tasyakur binni’mah, alhamdulillah walaupun digonjang-ganjing, tapi abdi ge sadar bahwa Allah masihan ujian teh geningan akan memberikan ganti yang terbaik. Dan alhamdulillah pelantikan itu dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan,”.

Terkait kondisi bulan suci ramadhan yang masih berada dalam masa pandemi Covid 19, Bupati Bandung menyampaikan agar kita tetap menjaga Kesehatan dengan selalu menerapkan protokol Kesehatan dan menunda tradisi mudik sebagai salah satu ikhtiar mencegah penyebaran Covid 19. “Dengan menjaga protokol Kesehatan pada kondisi Covid, amit-amit ulah kajadian jiga di India,” ujarnya. Seperti diketahui beberapa waktu ke belakang terjadi tsunami Covid di India akibat tidak mengindahkan protokol kesehatan,”.

“Kabupaten Bandung mulai tanggal 6 sampai tanggal 17 Mei 2021 terjadi pembatasan berskala mikro, ada 8 titik yang akan diadakan pos pemeriksaan. Jadi, lamun nyaah ka simkuring jadi Bupati kakarak anyar, wayahna kudu saling ngajagaan, sami-sami ngajagi, maskermah wajib, sareng ke deui we mudik mah,”. Pungkasnya.

Pewarta: Chandra Gupta

Related posts

Leave a Comment