Makrab dan Ngobras GP Ansor Soreang – Kutawaringin

Soreang, Ansor Media – Kesederhanaan bukan berarti miskin. Mungkin jargon itu tepat untuk menggambarkan para kader PAC GP Ansor Kecamatan Soreang dan Kutawaringin dalam melaksanakan kegiatan Makrab (malam keakraban).

Di tengah Pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia, wabilkhusus di bumi pertiwi, para kader Ansor Soreang dan Kutawaringin yang termasuk generasi milenial ini mengadakan makrab dan doa bersama untuk mendo’akan agar wabah corona cepat berlalu.

Dengan mematuhi protokol kesehatan (memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan), Makrab dilaksanakan di kawasan halaman Mesjid Al-Kautsar tepatnya di kp. Batusela, Desa. Cilame, Kec. Kutawaringin , Kab. Bandung, Sabtu-Minggu, (13-14/02).

Kegiatan yang diberi tema “Silaturrahmi dan Do’a Bersama Kader PAC GP Ansor Soreang Kutawaringin Untuk Negeri,” dilaksanakan dengan cara sederhana dengan kuota yang terbatas, mengingat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kabupaten Bandung.

Dalam acara tersebut, Muhammad Nasir selaku Bendahara hadir mewakili PC GP Ansor Kabupaten Bandung dan Kasatkorcab Bidang Kadiklat Komandan Ali dan Aldi, serta Kasat Denwatser Kabupaten Bandung.

Agenda ini terselenggara selain dijadikan ajang silaturrahmi, sekaligus untuk membangun ikatan emosional antar kader yang selama ini sempat terkendala gegara Pandemi Covid 19 yang melanda hampir satu tahun lamanya. Disamping silaturrahmi dan doa bersama, kegiatan ini dihiasi dengan ngecamp serta acara “ngobras” (ngudud, ngopi, ngobrol bareng sahabat) dan ngaliwet ala santri pesantren.

“Kami perlu mengadakan acara ini untuk mengikat secara emosional para kader Ansor yang berada di Kec. Soreang dan Kutawaringin. Juga untuk membangun persaudaraan dan kekeluargaan.” Terang Riky Firdaus Ketua Panitia Makrab.

Pernyataan yang sama diungkapkan oleh Komandan Ali, “Ansor harus menjadi suatu wadah silaturrahmi bagi semua lapisan pemuda yang ada di Kec. Soreang dan Kutawaringin. Selain itu, Ansor harus mampu bergerak dan mewarnai segala bidang, termasuk bidang sosial keagamaan, seni, olahraga, serta kaderisasi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Nasir menegaskan para kader Ansor harus mampu melestarikan tradisi ke NU-an Ahlussunah wal jamaah serta memprioritaskan akhlak dan kesantunan dalam hal pergerakan di kampungnya masing-masing. “Ini agar para kader tidak melepas identitas ke NU-annya, seperti berakhlak dengan akhlakul karimah, toleran dan cinta terhadap ilmu dan keilmuan,” tegasnya.

Menarik apa yang disampaikan Sahabat Nasir, yang juga merupakan alumni PP. Tebu Ireng Jombang. Bahwa para kader perlu bergerak lebih kencang dalam hal ke NU-an di Kecamatan Soreang dan Kutawaringin. Mengingat pentingnya penyebaran pemikiran Islam yang multiperspektif dan multikultural dalam memperkuat Islam Nusantara yang berkemajuan di Indonesia, dan ini harus dimulai dari pemahaman dan pergerakan para kader, seperti dalam pengajian-pengajian untuk meneguhkan Islam Indonesia.

Dari kegiatan ini diharapkan terjalinnya ikatan emosional yang lebih erat sesama para kader. Demikian pula agar ke depan terjalin hubungan silaturahmi yang berkesinambungan antara para kader, terutama dalam memperkaya wacana dan gerakan rahmatan lil’alamiin.

Pewarta: Bagus Al Faqir

Editor: Chandra Gupta

Related posts

Leave a Comment