Jamasan Pusaka | PAC GP Ansor Soreang Peringati Maulid Nabi Dengan Ngaji dan Tradisi

Soreang – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Kecamatan Soreang menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Robiul Awwal 1442 di Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadul Wildan Kmp. Legok Jeungjing, Desa Panyirapan, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, pada Rabu, (28/10/2020).

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta pembacaan teks Pancasila. Kemudian dilanjut dengan tausiah, tawasul dan pembacaan barzanji. Tausiah diisi langsung oleh sohibul ma’had KH. Wildan Hidayat dengan menyampaikan pentingnya menjaga akidah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dengan mengamalkan semua amaliyah Aswaja serta menumbuhkan rasa cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Tiap tahun acara muludan pasti dan wajib nyanyikeun (menyanyikan) lagu Indonesia Raya. Kangge (untuk) menumbuhkan rasa cinta ke Negara Indonesia.” Kata KH. Wildan.

Ada yang unik dalam gelaran maulid di Ponpes Riyadul Wildan ini, yaitu adanya kegiatan memandikan benda pusaka (Jamasan Pusaka). Kegiatan ini rutin dilakukan setiap memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. “Awalnamah dikarenakeun kapungkur daerah Panyirapan masih kentel pisan ku budaya karuhunna, anu sok ngukus sareng ngamandian pusaka, (awalnya dikarenakan dulu daerah Panyirapan masih kental sekali budaya moyangnya, ada yang suka ngukus dan memandikan pusaka).” Papar KH. Wildan.  “Maka diwadahilah dalam peringatan maulid, daripada menyimpang ke mana-mana lebih baik di sini di masjid, sambil mengenalkan Islam dan Rosululloh dengan mengaji muludan.” Lanjut KH. Wildan.

Tubagus Jali Barkatan (Bagus) Ketua PAC GP Ansor Soreang mengatakan, “kegiatan jamasan pusaka ini bukan sekedar tradisi seremonial semata. Namun terdapat filosifi di dalamnya, yaitu membersihkan diri yakni dengan berdoa dan mendekatkan diri dengan sang pencipta, serta menghormati leluhur agar pusaka tersebut tidak disalah artikan, dan sekaligus memperingati Maulid Nabi”.

“Pelaksanaan Jamasan Pusaka ini juga untuk memperkenalkan warisan budaya leluhur kepada seluruh masyarakat, khususnya para generasi muda. Karena warisan leluhur ini merupakan aset yang harus dilestarikan, dan ini merupakan kebanggaan dan jati diri bangsa serta merupakan benteng persatuan NKRI,” Pungkas Bagus.

(Kominfo/Gft)

Related posts

Leave a Comment