GP Ansor Sayangkan Statement Bupati Bandung Yang Pojokkan Pondok Pesantren

Soreang – Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bandung, Ahmad Fathoni menyayangkan statement Bupati Bandung Dadang M. Naser, yang menyebutkan peningkatan keterpaparan Covid-19 berasal dari klaster baru, yaitu Pondok Pesantren, “ada peningkatan di klaster Pesantren, ada dua Pesantren yang kena di Kabupaten Bandung,” seperti dikutip di laman news.detik.com, Rabu, (18/11/2020).

Ahmad Fathoni menyampaikan bahwa dengan temuan di dua Pesantren dari ribuan Pesantren yang tersebar di Kabupaten Bandung tidak serta merta menjadikan Pesantren sebagai klaster baru penyebaran Covid-19. Apalagi sosialisasi oleh Pemerintah Kabupaten Bandung terkait penanganan Covid-19 tidak dilakukan secara khusus untuk Pondok Pesantren.

“Saya menyayangkan statement Bupati terkait klaster baru penyebaran Covid-19 adalah Pondok Pesantren. Padahal temuan hanya ada di dua Pesantren dari ribuan Pesantren yang tersebar di Kabupaten Bandung. Statement Bupati seolah memojokan Pesantren sebagai klaster penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bandung,” Kata Ahmad Fathoni saat dihubungi melalui telephone seluler, Kamis, (19/11/2020).

“Bupati juga tidak menyebutkan kondisi Pesantrennya seperti apa, apakah kedua Pesantren itu sudah melaksanakan protokol kesehatan atau tidak, sudah mendapatkan sosialisasi penanganan Covid-19 dari Pemerintah Kabupaten Bandung atau belum? Karena yang saya tahu, Pemerintah Kabupaten Bandung belum melaksanakan sosialisasi secara khusus terkait Penanganan Covid-19  di Pondok Pesantren,” Lanjutnya.

Ahmad Fathoni berharap Bupati Bandung lebih bijak dalam bertutur, jangan menciptakan stigma buruk terhadap Pesantren yang dapat menimbulkan ketakutan kepada masyarakat, khususnya santri dan orang tua santri. “Saya berharap Bupati lebih bijak dalam bertutur, jangan sampai menciptakan stigma buruk terhadap Pesantren, apalagi saat ini hanya Pesantren yang sudah memberlakukan proses belajar tatap muka. Nanti masyarakat takut, santri takut, orang tuanya juga takut,” katanya.

Ahmad Fathoni juga menyampaikan jangan sampai ada upaya pemanfaatan secara politis dalam kasus Covid-19 di Pondok Pesantren ini. Mengingat salah satu pasangan calon Bupati pada Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Bandung ini adalah istri dari Bupati Bandung Dadang M. Naser yang masih menjabat. “Ya, dengan adanya kasus Covid di Pesantren ini jangan dipolitisir untuk Pilkada. Kita tahu lah, istri beliau kan sebagai calon Bupati,” tuturnya.

“Lebih baik fokus pada pencegahan klaster baru Covid di Kabupaten Bandung, khususnya Pesantren. Bisa dengan sosialisasi atau pendampingan kepada Pesantren, jangan menunggu ada kasus baru bekerja. Istilahnya diakhir jabatan beliau ini bisa betul-betul terasa manfaatnya untuk masyarakat,” pungkas Ahmad Fathoni.

(Kominfo/Gft)

Related posts

Leave a Comment