Relevansi Ajaran Islam Dengan Kebudayaan

Ansor Media – Berkembangnya Islam di Indonesia tak lepas dari kiprah para Wali Songo. Karena itulah, di pentas sejarah, jejak mereka dalam pengislaman dan syiar Islam di bumi Nusantara tidak terbantahkan. Seperti yang kita ketahui bahwa wali songo memilih cara persuasif untuk menarik masyarakat ke dalam Islam. Mereka mengemas, menampilkan, dan mengembangkan kepribadian Islam dengan cara yang sangat mengesankan dan tidak kaku, hingga ajaran Islam bisa benar-benar diterima oleh semua lapisan masyarakat. Barangkali, metode dakwah yang dilakukan wali songo adalah pengembangan dari seruan Alquran yang didasari firman Allah SWT :…

Read More

Bertabayun Atau Pecah Belah

oleh: Hasan Basri Judul yang penulis anggit kali ini agak sedikit provokatif, namun saya yakin kebenarannya terjadi apa adanya. Dari judul di atas menggambarkan dua pilihan penting terkait informasi atau berita yang beredar, pilihannya adalah bertabayun sehingga terjadi kerukunan atau anda meneruskan informasi salah dan terjadi perpecahan antara masyarakat. Di era post truth dan medsos informasi tak susah didapatkan, namun di sisi lain kebenarannya pun menjadi gamang. Dengan follower yang banyak seseorang bisa memutar balikan fakta dan bisa menguasai opini masyarakat, kesalahan yang diulang-ulang bisa menjadi kebenaran yang dikuatkan, kebenaran…

Read More

Agama itu Inspirasi Bukan Aspirasi

oleh: Hasan Basri “Agama itu Inspirasi Bukan Aspirasi”, kalimat tersebut begitu populer baru-baru ini. Sebabnya Menteri Agama  Repulik Indonesia (MENAG RI) yang baru H. Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) menjadikannya sebagai stetement pembuka dalam pidato sambutannya setelah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Setelah Gus Yaqut berbicara banyak hal yang berkaitan dengan proses pengangkatannya sebagai MENAG, kemudian dia berbicara tentang hubungan agama dan politik kekuasaan. Dia berbicara lantang dan sedikit menekan ketika mengatakan “Agama Itu Inspirasi Bukan Aspirasi”. Penekanan itu memberikan kesan kepada maysarakat bahwa inti dari apa yang ia…

Read More

Kampanye Pilkada Serentak 2020 Di Tengah Pandemi Covid-19

Tahapan kampanye Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Bandung telah memasuki minggu ke 3 (tiga) dari 10 (sepuluh) minggu yang telah ditetapkan dalam jadwal tahapannya. Tidak seperti Pilkada sebelumnya, Pilkada Serentak 2020 mempunyai tantangan tersendiri. Dimana seperti kita ketahui kekhawatiran publik terhadap penyebaran Virus Covid-19 mengakibatkan timbulnya beragam apresiasi dan opini yang sedikit banyak mempengaruhi kebijakan dalam penyelenggaraannya. Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) menerbitkan Peraturan KPU RI No. 13 Tahun 2020, sebagai upaya dalam menjawab kekhawatiran publik atas penyelenggaraan Pilkada saat ini. Ada terobosan yang dimuat dalam (Pasal 58…

Read More

Sejarah Singkat Berdirinya Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama (NU), yang berarti kebangkitan ulama. Adalah organisasi yang didirikan oleh para ulama dari Jawa Timur, Madura, Jawa Tengah, dan Jawa Barat pada tanggal 31 Januari 1926/16 Rajab 1344 H. di kediaman KH. Wahab Chasbullah kampung Kertopaten Surabaya. Untuk memahami NU sebagai organisasi keagamaan secara tepat, belumlah cukup jika hanya melihat dari sudut formal semenjak ia lahir. Sebab jauh sebelum NU lahir dalam bentuk jam’iyyah, ia terlebih dulu ada dan berwujud jama’ah (community) yang terikat kuat oleh aktivitas sosial keagamaan yang mempunyai karakteristik sendiri. Latar belakang berdirinya NU berkaitan erat dengan…

Read More

ASWAJA (Sekilas Tentang Ahlussunnah Wal Jama’ah)

Ahalussunnah Wal Jama’ah (ASWAJA) merupakan salah satu madzhab teologis yang mengacu pada Al-Qur’an, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. ASWAJA sendiri selalu disandarkan pada hadits nabi “Ma Ana ‘Alaihi wa Ashabi” yang dijelaskan sendiri oleh Rasululloh SAW dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Ibnu Majah dan Abu Dawud bahwa :”Bani Israil terpecah belah menjadi 72 Golongan dan ummatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, kesemuanya masuk nereka kecuali satu golongan”. Kemudian para sahabat bertanya ; “Siapakah mereka itu wahai Rasululloh?”, lalu Rosululloh menjawab : “Mereka itu adalah Maa Ana ‘Alaihi…

Read More

Kemuliaan Bulan Muharram Menurut KH Sholeh Darat

Orang Jawa menyebut bulan Muharram dengan “Sasi Suro” dan terdapat peristiwa agung di dalamnya yang disebut “Bodo Suro”. Bagi masyarakat Muslim, Muharram memang menjadi momentum mulia karena menjadi bulan pembuka tahun baru. Wajar jika dalam kondisi ini disebut sebagai “Hari Raya Umat Islam” karena banyak kenangan yang terdapat dalam bulan Muharram. Darimana penjelasan “Hari Raya Suro” itu didapatkan? Penjelasan tentang kemuliaan bulan Muharram ini ditulis oleh KH Sholeh Darat pada bulan Muharram tahun 1317 H. Jika dilihat dalam penanggalan Jawa online, 1 Muharram 1317 H jatuh pada hari Jum’at Pon…

Read More